Kami Melayani Penjualan Tiket Pesawat : Garuda, Sriwijaya, Batavia, Lion air

Kami melayani Penjualan Tiket Pesawat Secara online..

Lebih Cepat dan juga Praktis, Karena E-Ticket akan langsung kami kirim ke alamat email Anda.

TIDAK ADA MARK UP HARGA TIKET

( Sesuai Yang ditetapkan MASKAPAI Penerbangan )

Silahkan Anda Cek Tiket Promo Dengan Form Dibawah Ini !

Form Ini Digunakan HANYA UNTUK Mencari Tiket Promo,

Setelah ANDA Dapatkan, Pemesanan / Booking Tetap Dilakukan

Melalui Kami di Form Booking Lioni Tiket

LIONI TIKET
Jl.Bedukang raya No 18 Pangkalbalam
Pangkalpinang-Bangka

Selasa, 02 September 2014

Lima Mall Termegah di Dunia

Mall merupakan pusat perbelanjaan yang bukan hanya dikunjungi oleh warga lokal saja, namun juga dikunjungi oleh para wisatawan dari luar negeri. Beberapa mall yang berada di kota-kota besar dunia sengaja didesain semegah mungkin. Hal ini tentunya cukup menarik bagi para wisatawan. Berikut ini lima mall termegah di dunia:
The Dubai Mall, Dubai
Dubai Mall yang terletak di kota Dubai dan dibuka pada tanggal 4 November 2008 ini memiliki ukuran sekitar dua kali lebih lapangan bola. Di dalamnya terdapat sekitar 1.200 toko, ratusan restoran dan kafe, hotel, bioskop, indoor theme park, pusat hiburan anak-anak hingga sebuah akuarium besar yang dikenal dengan nama Dubai Aquarium and Discovery Centre. Bahkan mall ini memiliki lebih dari 65 juta pengunjung setiap tahunnya. Hingga saat ini Dubai Mall sedikitnya telah memenangkan lima penghargaan internasional.
West Edmonton Mall, Kanada
Mall yang dibuka pada tanggal 15 September 1981 ini terletak di Edmonton, Alberta, Kanada. Di dalam mall ini terdapat sekitar 800 toko, berbagai restoran dan penjual makanan, bioskop, rumah 3D, indoor water park yang cukup besar, pusat rekreasi, miniatur lapangan golf, night club,  dan masih banyak lagi. Mall ini dikunjungi lebih dari 32 juta pengunjung setiap tahunnya. Saat ini mall ini merupakan mall terbesar yang ada di Amerika Utara.
Istanbul Cevahir, Turki
Istanbul Cevahir merupakan salah satu mall terbesar di Eropa dan di dunia yang dibuka pada tanggal 15 Oktober 2005. Mall ini memiliki atap kaca yang didesain menjadi jam dan merupakan jam terbesar kedua di dunia. Mall ini memiliki enam lantai dimana terdapat lebih dari 300 toko, puluhan restoran, belasan bioskop, arena bowling, arena roller coaster dan berbagai fasilitas hiburan lainnya.
SM Mall of Asia, Filipina
SM Mall of Asia berlokasi di Bay City, Pasay, Filipina dan dibuka pada tanggal 21 Mei 2006. Mall ini terdiri dari empat bangunan yakni mall utama, mall hiburan dan dua bangunan untuk parkir (utara dan selatan). Selain beragam toko dan restoran, mall ini juga memiliki bioskop teater IMAX dengan layar 3D terbesar di dunia, arena ice skating, kolam renang dan beberapa fasilitas hiburan lainnya.
Siam Paragon, Thailand
Mall yang menjadi tujuan wisata populer dari berbagai penjuru dunia sejak dibuka pada tanggal 5 Desember 2005 ini berada di Rama I Road, Pathum Wan, Bangkok, Thailand. Siam Paragon juga merupakan salah satu mall terbesar di Asia dengan lebih dari 270 toko, restoran, bioskop, hotel, opera hall, galeri seni, tempat karaoke, arena bowling, Siam Ocean World yang merupakan akuarium terbesar di Asia Tenggara serta beberapa fasilitas hiburan lainnya.

Sumber:Utiket

Jumat, 24 Januari 2014

Pelanggan AirAsia Kini Bisa Bayar Tiket di Indomaret

Maskapai penerbangan berbiaya rendah AirAsia semakin mempermudah pelanggannya dalam mendapatkan tiket. Kini, pelanggan AirAsia bisa membayar tiket di berbagai gerai Indomaret yang tersebar di Indonesia seiring dengan kerjasama antara kedua perusahaan.
“Sebagai jaringan peritel waralaba terbesar, Indomaret memiliki lebih dari 8.900 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Kami yakin bahwa kerja sama ini akan semakin mendekatkan AirAsia dengan pelanggan,” jelas Direktur Komersial PT Indonesia AirAsia Bernard Francis melalui keterangan resmi, Kamis (23/1/2014).
Cara untuk mendapatkan tiket di Indomaret ini cukup mudah. Pelanggan hanya perlu melakukan panggilan telepon ke customer service AirAsia untuk memesan tiket. Selanjutnya, tiket dapat dibayar melalui gerai Indomaret yang tersebar di Tanah Air. Kanal pembayaran terbaru AirAsia ini sebenarnya sudah bisa dinikmati oleh pelanggan sejak 30 Desember 2013 lalu.
Selain bisa dibayar melalui Indomaret, AirAsia sebenarnya telah menyediakan berbagai kanal pembayaran, di antaranya dengan kartu kredit, KlikBCA, BCAClickPay, CIMB Clicks dan Bank Mandiri maupun virtual payment melalui jaringan ATM Bersama di seluruh Indonesia. Pelanggan juga bisa membayar secara tunai melalui pembelian di kantor-kantor penjualan AirAsia.
Langkah AirAsia yang menyediakan kanal pembayaran melalui Indomaret ini menyusul strategi serupa yang diusung oleh pesaingnya. Sebelumnya, Citilink Indonesia dan Lion Air telah lebih dulu bekerjasama dengan Alfamart dalam menyediakan opsi pembayaran tiket pesawat.

indo-aviation.com

Kereta Bandara pertama di Indonesia

Diluar negeri transportasi kereta api yang menghubungkan antara bandara dengan pusat kota banyak kita jumpai. Namun untuk Indonesia sendiri baru Bandara Kualanamu saja yang memiliki akses transportasi kereta api. Bisa dibilang ini adalah Kereta Api Bandara pertama yang ada di Indonesia. Kereta api ini dikenal dengan nama Airport Railink Service (ARS) yang menghubungkan antara Bandara Kualanamu dengan pusat kota Medan dan sekitarnya. ARS adalah kereta api kelas satu. Kereta ini dilengkapi dengan Air Conditioner (AC), toilet, reclining seat serta bebas rokok. Selain itu interiornya juga cukup nyaman. Transportasi kereta api dirasa lebih efektif dibanding transportasi darat lainnya, karena selain lebih efisien waktu, harga tiket kereta api biasanya jauh lebih murah dibandingkan dengan taxi.

ARS pertama kali beroperasi pada tanggal 25 Juli 2013. Setiap hari ARS beroperasi sebanyak 26 kali perjalanan. Ada enam belas unit kereta api diesel yang terdiri dari empat set kereta api. Untuk sekali perjalanan kereta ini mampu membawa penumpang sebanyak 172 orang. ARS menempuh perjalanan kurang lebih sepanjang 28 kilometer dari stasiun yang ada di pusat kotaMedan menuju ke Bandara Kualanamu, waktu tempuhnya kurang lebih sekitar 30 menit saja. Lebih cepat dibanding jalur darat lainnya yang membutuhkan waktu kurang lebih satu jam.

Penumpang ARS bisa membeli tiket di Stasiun Medan maupun di Bandara Kualanamu. Tiket dijual secara manual dan elektronik. Sementara untuk tiket ARS sendiri harganya Rp 80.000 per orang.
ARS adalah proyek yang dikerjakan oleh PT Railink. PT Railink sendiri adalah perusahaan patungan antara dua BUMN besar di Indonesia, yaitu PT Kereta API dan PT Angkasa Pura 2. Setelah proyek Kualanamu, proyek berikutnya yang akan digarap oleh PT Railink adalah layanan kereta api bandara Soekarno Hatta.

Sabtu, 23 November 2013

Asita Segera Dirikan Maskapai Penerbangan

Solopos.com, MEDAN — Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Association of the Indonesia Tour & Travel Agencies/Asita) berencana mendirikan maskapai penerbangan. Rencana itu diklaim bakal direalisasi dalam waktu tak terlalu lama karena bakal diwujudkan melalui bekerja sama dengan investor asing.
Ketua Umum Asita Asnawi Bahar mengatakan modal untuk rencana pendirian maskapai penerbangan tentu akan disesuaikan dengan kebutuhan pesawat yang akan dioperasikan oleh airlines tersebut. Nantinya, sambung dia, akan dihitung dan dikaji jika sudah melakukan konsultasi dengan pelbagai pihak terkait.
Sejak setahun yang lalu, aku Asnawi, Asita telah berkonsultasi dengan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) dan tokoh-tokoh lain untuk melihat peluang pada bisnis maskapai penerbangan. Berdasarkan konsultasi tersebut, setidaknya terdapat dua alternatif, yakni mendirikan penerbangan baru dengan prosedur yang cukup berat. Alternatif berikutnya adalah menggunakan perusahaan airlines yang telah berdiri dengan mengakuisisi maupun bekerja sama. Tentu, imbuh dia, persyaratannya tidak cukup berat.
Permodalan bagi perusahaan airlines yang akan didirikan itu, sambungnya, tidak sulit. Dengan anggota Asita yang lebih dari 6.000, nantinya akan dibentuk sebuah perusahaan terbuka dengan masing-masing anggota diwajibkan menjadi pemegang saham. Perhitungan modal bagi masing-masing anggota akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Hal itulah yang masih dalam tahap penghitungan dan pengkajian Asita agar tidak terjadi kesalahan prosedural.
Menurutnya semangat pendirian airlines ini disebabkan oleh sebuah keinginan akibat adanya perilaku perusahaan airlines domestik yang kian tidak memperdulikan biro perjalanan. “Airlines mulai meninggalkan kami, sebelum kami semakin ditinggalkan, kalau sudah di warung-warung kopi bisa menjual tiket kan susah. Ini jelas tidak ada keinginan kerja sama dengan baik,” ungkapnya kepada Jaringan Informasi Bisnis indonesia (JIBI) di Medan, Kamis (21/11/2013).
Selain dengan usaha patungan bersama anggota Asita, pendirian perusahaan airlines ini juga akan dibuka bagi investor asing. Asnawi mengungkapkan skema yang akan ditawarkan untuk permodalan berupa penanaman modal asing (PMA). Pendirian airlinesini, kata dia, dimaksudkan untuk menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diberlakukan 2015 mendatang. Ditargetkan pada 2014 mendatang perusahaanairlines ini sudah dapat beroperasi.
Dengan latar belakang Asita sebagai sebuah organisasi nirlaba, pihaknya akan mempersiapkan badan hukum pendirian airlines dalam waktu 1-2 bulan mendatang. Setelah itu akan dilanjutkan dengan konsultasi dengan Kementerian Perhubungan.
Dia berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan terutama pada sisi proses perizinan. Pasalnya, Asita menargetkan dengan pendirian airlines ini diharapkan akan terjadi penambahan wisatawan mancanegara yang lebih signifikan. “Kami akan kejar target penambahan wisatawan, seat kapasitas terbatas. Kami ingin kalau memang memungkinkan agar seat kapasitas inbound lebih banyak, ” paparnya.
Solahuddin Nasution, Ketua DPD Asita Sumatra Utara, mengatakan gagasan untuk mendirikan maskapai penerbangan muncul beberapa waktu sebelum pelaksanaan Rapat Kerja Nasional II Asita di Medan 15-17 November 2013. Pada saat Rakernas II tersebut diputuskan untuk memberikan mandat kepada Ketua Umum Asita Asnawi Bahar agar membuat perencanaan pendirian maskapai penerbangan.
“Ketua Umum Asita diamanatkan untuk mempersiapkan segala sesuatunya,” ungkapnya. Nantinya, Ketua Umum Asita akan membentuk sebuah tim khusus yang bertugas untuk melakukan pengkajian pendirian maskapai penerbangan tersebut. Tim tersebut bertugas untuk melihat secara hukum legal formal serta mengkaji hal-hal teknis maupun non-teknis.
Dia mengungkapkan pendirian airlines tersebut melalui 3 pertimbangan yang cukup komprehensif. Pertama, pangsa pasar penumpang airlines di Indonesia masih dikuasai oleh anggota Asita. Tercatat 60%-70% penjualan tiket penerbangan dilakukan oleh biro perjalanan.
Pertimbangan kedua, adanya kekecewaan dari banyak perusahaan biro perjalanan terhadap sikap airlines yang ada terutama maskapai penerbangan dalam negeri. Airlinesdalam negeri dituding sering melakukan tindakan sepihak tanpa mempertimbangkan keluhan dari agen penjualan yang sudah membesarkannya.
Kemudian pertimbangan ketiga, sambungnya, sebagai penguasa pasar penjualan tiket pesawat Asita mengakui lebih memahami selera penumpang. Pasalnya, selama ini keluhan-keluhan yang dialamatkan kepada airlines selalu diasampaikan kepada biro perjalanan sebagai tempat pembelian tiket.
“Dari ketiga hal itulah, mulai dari kami memiliki pasar, ketidakadilan, dan kami memahami pasar, kenapa tidak kami coba membuat airlines. Memang itu sebuah gagasan besar, tetapi bukan suatu hal yang tidak mungkin,” tuturnya.
Dia menilai dukungan terhadap biro perjalanan di Indonesia masih jauh di bawah yang dilakukan pemerintah di luar negeri seperti di Malaysia dan Singapura. Dukungan mulai dari pembangunan dan peningkatan infrastruktur, promosi dan kemudahan berbagai perizinan, tidak didapatkan di Indonesia.
Sementara itu, kendati jumlah maskapai penerbangan di dalam negeri telah cukup banyak, Solahuddin optimistis dapat bersaing dengan airlines yang ada. Pasalnya berbekal potensi pasar dan pemahaman terhadap pasar, Asita Airlines diyakini mampu meraup pasar dalam negeri.

Diskon 20% dari Merpati Untuk Tiket Pulang Pergi

Untuk memanjakan penumpang sekaligus meningkatkan brand awareness, PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) memberi diskon untuk pelanggannya khususnya untuk wilayah timur sebesar 20% untuk tiket pulang pergi (PP).
Program Diskon 20% ini berlaku dari tanggal 20 – 30 November 2013 untuk periode pemesanan dan 20 November – 20 Desember untuk periode terbang. Hal Tersebut disampaikan, Vice President Corporate Secretary PT Merpati
Nusantara, Riswanto.
Rute penerbangan pesawat Merpati yang dipromosikan lewat program ini memang terkonsentrasi untuk wilayah timur antara lain, Biak – Jayapura, Jayapura-Merauke , Jayapura-Sorong atau rute sebaliknya, Untuk rute penerbangan lain adalah Makasar-Sorong, Makasar-Timika,Jogja-Makasar, Menado-Sorong ,Timika-Sorong atau rute sebaliknya. Untuk informasi lebih lengkap bisa menghubungi Contact Center Merpati 0804 -1-621-621 atau
mengunjungi www.merpati.co.id.
Riswanto menegaskan, setiap calon penumpang yang melakukan pembelian atau pembayaran tiket Merpati tidak dapat dialihkan ke rute lain. Selain itu Tiket yang telah dibeli tidak dapat dialihkan ke penerbangan lain, kecuali terjadi masalah teknis atau operasional (irregularity), dengan ketentuan pengalihan sesuai dengan ketentuan/kebijakan yang berlaku.
Pemesanan program ini hanya dapat dilakukan dengan menghubungi Contact Center di 0804-1-621-621 dan (022) 8888-777. Sedangkan untuk pembayaran, calon penumpang bisa melakukan lewat ATM atau Pola Transfer.
Selanjutnya, Riswanto menambahkan, yang perlu diperhatikan oleh calon penumpang adalah pemesanan tiket program Diskon 20% ini hanya bisa dilakukan untuk pemesanan tiket pulang pergi dan sangat terbatas sekali waktu pemesanannya, hanya sampai dengan tanggal 30 November 2013. Jadi, yang berencana terbang dan Liburan di periode 20 November – 20 Desember 2013, ayo segera pesan tiket Merpati dan dapatkan harga istimewa,” tutup nya. (*)

Lion Air yang Mendarat di Palembang Lanjutkan Penerbangan ke Jakarta

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Pesawat Lion Air dari Medan yang mengalihkan pendaratan ke Palembang kembali melanjutkan perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Petugas memastikan tidak ada kerusakan pesawat.

"Pesawat sudah terbang kembali ke Jakarta," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (22/11/2013).

Bambang menjelaskan,pesawat JT 397 terbang dari Bandara Kuala Namu menuju Jakarta. Dalam perjalanan pesawat terpaksa mengalihkan pendaratan sekitar pukul 07.50 WIB di Bandara Sultan Badaruddin II.

Pengalihan pendaratan dilakukan karena pilot bernama Yos Susiono melihat lampu indikator menyala. "Pilot minta turun di Palembang untuk pengecekan," terangnya.

Belum diketahui penyebab menyalanya indikator yang membuat pilot mendaratkan pesawatnya. "Indikator di cokcpit menyala. Tapi setelah dicek pesawat dalam keadaan tidak bermasalah," ujar Bambang.

Sedangkan versi Direktur Lion Air Edward Sirait, pesawat Boeing 737-800 itu bertolak dari Medan pukul 10.15 WIB, Jumat (22/11/2013). Ketika bertolak dari bandara Kuala Namu Medan, tidak ada permasalahan. Namun di tengah perjalanan lampu indikator menyala.

"Ada lampu indikator menyala, adanya api di ban," ujarnya.

Namun menurut Eward, menyalanya lampu indikator belum tentu langsung menunjukkan adanya kebakaran. Harus dilakukan pengecekan lebih lanjut.

"Jadi belum tentu ya itu langsung disebut ada api. Cuma indikator menyala. Nah pilot memang harus menempuh prosedur melakukan technical landing," kata Edward.

Ada Kejanggalan Saat Pesawat Berhenti

SLEMAN - Peristiwa hampir bertabrakannya pesawat di landasan Bandara Adisutjipto Yogyakarta, disebabkan pesawat Air Asia telah keluar dari 'holding point' atau batas menuju runway. Padahal petugas dari kontrol bandara telah menginformasikan agar Air Asia tetap di 'holding point' dikarenakan Batik Air akan melakukan pendaratan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Adisutjipto Yogyakarta Kolonel Penerbang Wahyu Anggono kepada KRjogja.com, Kamis (21/11/2013).
Menurut Wahyu yang ketika peristiwa terjadi kebetulan berada didalam pesawat Batik Air mengungkapkan, posisi Air Asia meskipun telah keluar dari holding point masih safety. Hanya saja diluar prosedur dan sudah melebihi aturan.
“Jadi ada batasannya, yakni garis kuning. Kebetulan ujung pesawat Air Asia sudah keluar dari garis kuning. Padahal disaat yang bersamaan, Batik Air telah mendarat. Pilot Batik Air yang melihat posisi Air Asia sudah keluar garis melakukan antisipasi dengan memaksimalkan rem sehingga berhenti ditengah landasan. Sedangkan untuk Batik Air sudah sesuai prosedur dan memang waktunya landing,” katanya.
Wahyu menjelaskan ketika berhenti, jarak antar kedua pesawat sekitar 15 meter. Jadi, seandainya polit Batik Air memutuskan tidak berhenti di tengah landasan, sebenarnya kecil kemungkinan terjadi benturan. Namun guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya pilot Batik Air memutuskan untuk memaksimalkan rem dan memberhentikan pesawat di tengah landasan.
“Jika sesuai prosedur pesawat diharuskan mengerem secara perlahan. Setidaknya berhenti di ujung landasan. Pilot Batik Air jelas tidak ingin ada hal buruk yang terjadi dalam kondisi tersebut. Jika dilihat dari situasinya memang kesalahan ada pada pilot Air Asia yang tidak memperhatikan perintah dari kontrol untuk tetap berada di holding point,” urainya.
Usai berhenti dit engah landasan, kedua pesawat akhirnya memarkir di posisinya masing-masing.Namun, melihat ada kejanggalan ketika pesawat berhenti ditengah landasan. Dia lalu memanggil kedua pilot.
Dalam pertemuan tersebut, didengar rekaman perintah dari kontrol. Memang, awalnya pilot Batik Air menyalahkan petugas kontrol kenapa Air Asia bisa melewati batas holding point. Sedangkan pilot Air Asia berdalih telah diberi izin untuk menuju runway. “Begitu rekaman didengar bersama, pilot Air Asia menyadari kesalahannya,” ungkapnya.
Wahyu menambahkan ke depan jelas semua pilot harus benar-benar memperhatikan perintah dari petugas kontrol. Sebab, jika saja pilot Batik Air tetap melajukan pesawat dan tidak lurus benar. Bisa saja kedua pesawat bersenggolan. Tentu akibatnya bisa fatal. (krjogja.com/Awh)

Terimakasih Telah Berkunjung ke Lioni Tiket